Senin, 27 April 2015

DATA DAN VARIABEL PENELITIAN



A.PENGERTIAN.

          Kali ini kita akan membahas tentang data penelitian.Tetapi sebelum itu kita harus mengetahuin pengertian dari data itu sendiri. Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.

          Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi. Jadi, data penelitian itu adalah kumpulan dari bebrapa fakta yang dibutuhkan untuk suatu penelitian. Dimana data sangat berperan penting dalam kelancaran suatu penelitian.

B.JENIS - JENIS DATA.
          Data pun memeliki berbagai jenis dan klasifikasi dalam beberapa acuan, yaitu :

- Menurut cara memprolehnya.

1.    Data Primer, adalah data yang secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.

2.    Data Sekunder, adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.

- Menurut sumber datanya.
1.    Data Internal, adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb.
2.    Data Eksternal, adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luarorganisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan sua tu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya.

- Menurut waktu pengimpulannya.
1.    Data cross-section, adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT. Angin Ribut bulan mei 2004, dan lain sebagainya.
2.    Data Time Series / Berkala, data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Contoh data time series adalah data perkembangan nilai tukar dollar amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut jamaah nurdin m. top dan doktor azahari dari bulan ke bulan, dll.

- Menurut tipe penelitiannya.
1.    Data kuantitatif, adalah data yang dapat diinput ke dalam skala pengukuran statistik. Fakta dan fenomena dalam data ini tidak dinyatakan dalam bahasa alami, melainkan dalam numerik.
2.    Data kualitatif, adalah data yang dapat mencakup hampir semua data non-numerik. Data ini dapat menggunakan kata-kata untuk menggambarkan fakta dan fenomena yang diamati.

   
C.CARA PENGUMPULAN DATA.

          Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan. Secara umum ada 3 teknik dasar pengumpulan data, yaitu :

1.    Angket atau kuisoner, adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.

2.    Observasi, adalah salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar. Observasi ada 2 jenis yang pertama Participant Observation. Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data. Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb. Yang kedua adalah Non participant Observation. Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati. Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian. 

3.    Wawancara, adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data. Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif).


D.VARIABEL DALAM PENELITIAN.
       Selain data, variabel juga tidak kalah penting dalam suatu penelitian. Pengertian variabel sendiri adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi fokus di dalam suatu penelitian. Menurut F.N. Kerlinger variabel sebagai sebuah konsep. Variabel merupakan konsep yang mempunyai nilai yang bermacam-macam. Suatu konsep dapat diubah menjadi suatu variabel dengan cara memusatkan pada aspek tertentu dari variabel itu sendiri. Variabel-variabel yang telah diidentifikasikan perlu diklasifikasikan, sesuai dengan jenis dan peranannya dalam penelitian. Klasifikasi ini sangat perlu untuk penentuan alat pengambilan data apa yang akan digunakan dan metode analisis mana yang sesuai untuk diterapkan. Berikut adalah beberapa jenis variabel yang dibedakan menurut fungsinya.

1.    Variabel Tergantung (Dependent Variabel), adalah kondisi atau karakteristik yang berubah atau muncul ketika penelitian mengintroduksi, pengubah atau mengganti variabel bebas. Menurut fungsinya variabel ini dipengaruhi oleh variabel lain, karenanya juga sering disebut variabel yang dipengaruhi atau variabel terpengaruhi.

2.    Variabel Bebas ( Independent Variabel), adalah kondisi-kondisi atau karakteristik-karakteristik yang oleh peneliti dimanipulasi  dalam rangka untuk menerangkan hubungannya dengan fenomena yang diobservasi. Variabel ini juga sering disebut sebgai variabel  Stimulus, Prediktor, antecendent. Dalam SEM(Structural Equation Modeling) variabel independen disebut variabel eksogen.

3.    Variabel Intervening, adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan Variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur. Variabel ini merupakan variabel penyela/antara yang terletak di antara variabel independen dan dependen, sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen.

4.    Variabel moderator, adalah variabel yang karena fungsinya ikut mempengaruhi variabel tergantung serta meperjelas hubungan bebas dengan variabel tergantung.

5.    Variabel kendali, adalah variabel yang membatasi (sebagai kendali) atau mewarnai variabel mederator. Variabel ini berfungsi sebagai kontrol terhadap variabel lain terutama berkaitan dengan variabel  moderator jadi juga  seperti variabel moderator dan bebas ia juga ikut berpengaruh terhadap variabel tergantung.

6.    Variabel rambang, adalah variabel yang fungsinya dapat diabaikan atau pengaruhnya hampir tidak diperhatikan terhadap variabel bebas maupun tergantung.


Sumber :
https://rizkiamaliafebriani.wordpress.com/2013/04/19/pengertian-cara-pengumpulan-dan-jenis-jenis-data-dan-sample/
https://teorionline.wordpress.com/service/metode-pengumpulan-data/
http://id.wikipedia.org/wiki











Senin, 20 April 2015

HIPOTESIS PENELITIAN



A.PENGERTIAN.

          Dari beberapa sumber yang saya dapat menyimpulkan bahwa hipoteis adalah dugaan atau hasil sementara dari suatau masalah yang masih harus diuji keenarannya dan belum pasti. Hipotesis dapat diketahui jika telah melakukan suatu percobaan sehingga mengetahui hasilnya. Sikap ini biasanya terdapat pada ilmuwan yang sedang melakukan uji coba dan memberikan hasil sementara atau dugaan.
Contoh :
Bila turun hujan deras maka beberapa orang bisa menduga sungai yang sedag dilanda hujan akan meluap dan menibulkan banjir. Apabila hujan terus turun dan air sungai meluap, maka dugaan terbukti benar. Tetapi, jika hujan berhenti sebelum air sungai meluap dan tidak terjadi banjir, maka dugaan tersebut salah. Secara ilmiah dugaan ini disebut hipotesis.

B.FUNGSI ATAU KEGUNAAN HIPOTESIS.

          Hipotesis merupakan elemen penting dalam penelitian ilmiah, khususnya penelitian kuantitatif. Terdapat tiga alasan utama yang mendukung pandangan ini, di antaranya :
  1. Hipotesis dapat dikatakan sebagai pirantikerja teori. Hipotesis ini dapat dilihat dari teori yang digunakan untuk menjelaskan permasalahan yang akan diteliti. Misalnya, sebab dan akibat dari konflik dapat dijelaskan melalui teori mengenai konflik.
  2. Hipotesis dapat diuji dan ditunjukkan kemungkinan benar atau tidak benar.
  3. Hipotesis adalah alat yang besar dayanya untuk memajukan pegetahuan karena membuat ilmuwan dapat keluar dari dirinya sendiri. Artinya, hipotesis disusun dan diuji untuk menunjukkan benar atau salahnya dengan cara terbebas dari nilai dan pendapat peneliti yang menyusun dan mengujinya.
C.CIRI - CIRI HIPOTESIS YANG BAIK.

            Satu hipotesis dapat diuji apabila hipotesis tersebut dirumuskan dengan benar. Kegagalan merumuskan hipotesis akan mengaburkan hasil penelitian. Meskipun hipotesis telah memenuhi syarat secara proposional, jika hipotesis tersebut masih abstrak bukan saja membingungkan prosedur penelitian, melainkan juga sukar diuji secara nyata.
Untuk dapat memformulasikan hipotesis yang baik dan benar, sedikitnya harus memiliki beberapa ciri-ciri pokok, yakni:
  1. Hipotesis diturunkan dari suatu teori yang disusun untuk menjelaskan masalah dan dinyatakan dalam proposisi- proposisi. Oleh sebab itu, hipotesis merupakan jawaban atau dugaan sementara atas masalah yang dirumuskan atau searah dengan tujuan penelitian.
  2. Hipotesis harus dinyatakan secara jelas, dalam istilah yang benar dan secara operasional. Aturan untuk, menguji satu hipotesis secara empiris adalah harus mendefinisikan secara operasional semua variabel dalam hipotesis dan diketahui secara pasti variabel independen dan variable dependen.
  3. Hipotesis menyatakan variasi nilai sehingga dapat diukur secara empiris dan memberikan gambaran mengenai fenomena yang diteliti. Untuk hipotesis deskriptif berarti hipotesis secara jelas menyatakan kondisi, ukuran, atau distribui suatu variabel atau fenomenanya yang dinyatakan dalam nilai-nilai yang mempunyai makna.
  4. Hipotesis harusbebas nilai. Artinya nilai-nilai yang dimiliki peneliti dan preferensi subjektifitas tidak memiliki tempat di dalam pendekatan ilmiah seperti halnya dalam hipotesis.
  5. Hipotesis harus dapat diuji. Untuk itu, instrumen yang harus ada (atau dapat dikembangkan) yang akan menggambarkan ukuran yang valid dari variabel yang diliputi. Kemudian, hipotesis dapat diuji dengan metode yang tersedia yang dapat digunakan untuk mengujinya sebab peneliti dapat merumuskan hipotesis yang bersih, bebas nilai, dan spesifik, serta menemukan bahwa tidak ada metode penelitian untuk mengujinya. Oleh sebab itu, evaluasi hipotesis bergantung pada eksistensi metode-metode untuk mengujinya, baik metode pengamatan, pengumpulan data, analis data, maupun generalisasi.
  6. Hipotesis harus spesifik. Hipotesis harus bersifat spesifik yang menunjuk kenyataan sebenarnya. Peneliti harus bersifat spesifik yang menunjuk kenyataan yang sebenarnya. Peneliti harus memiliki hubungan eksplisit yang diharapkan di antara variabel dalam istilah arah (seperti, posotof dan negatif). Satu hipotesis menyatakan bahwa X berhubungan dengan Y adalah sangat umum. Hubungan antara X dan Y dapat positif atau negatif. Selanjutnya, hubungan tidak bebas dari waktu, ruang, atau unit analisis yang jelas. Jadi, hipotesis akan menekankan hubungan yang diharapkan di antara variabel, sebagaimana kondisi di bawah hubungan yang diharapkan untuk dijelaskan. Sehubungan dengan hal tersebut, teori menjadi penting secara khusus dalam pembentukan hipotesis yang dapat diteliti karena dalam teori dijelaskan arah hubungan antara variabel yang akan dihipotesiskan.
  7. Hipotesis harus menyatakan perbedaan atau hubungan antar-variabel. Satu hipotesis yang memuaskan adalah salah satu hubungan yang diharapkan di antara variabel dibuat secara eksplisit.

D.MACAM - MACAM HIPOTESIS.

Menurut bentuknya hipotesis ada 3, yaitu :
  1. Hipotesis penelitian / kerja: Hipotesis penelitian merupakan anggapan dasar peneliti terhadap suatu masalah yang sedang dikaji. Dalam Hipotesis ini peneliti mengaggap benar Hipotesisnya yang kemudian akan dibuktikan secara empiris melalui pengujian Hipotesis dengan mempergunakan data yang diperolehnya selama melakukan penelitian.   
  2. Hipotesis operasional merupakan hipotesis yang bersifat obyektif. Artinya peneliti merumuskan hipotesis tidak semata-mata berdasarkan anggapan dasarnya, tetapi juga berdasarkan obyektifitasnya, bahwa hipotesis penelitian yang dibuat belum tentu benar setelah diuji dengan menggunakan data yang ada. Untuk itu peneliti memerlukan hipotesis pembanding yang bersifat obyektif dan netral atau secara teknis hipotesis ini biasa atau sering disebut sebagai Hipotesis nol (H0).
    H0 digunakan untuk memberikan keseimbangan pada hipotesis penelitian karena peneliti meyakini dalam pengujian nanti benar atau salahnya hipotesis penelitian tergantung dari bukti-bukti yang diperolehnya selama melakukan penelitian.
  3. Hipotesis statistik merupakan jenis Hipotesis yang dirumuskan dalam bentuk notasi statistik.Hipotesis ini dirumuskan berdasarkan pengamatan seorang peneliti terhadap bebrapa populasi dalam bentuk angka-angka (kuantitatif). Misalnya: H0: r = 0; atau H0: p = 0

Sumber :
http://temukanpengertian.blogspot.com/2013/06/pengertian-hipotesis.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Hipotesis

Senin, 13 April 2015

METODE ILMIAH



A.PENGERTIAN METODE ILMIAH.

          Metode ilmiah adalah proses berpikir untuk memecahkan suatu masalah dengan cara yang sistematis dan berdasarkan data empiris. Proses berpikir yang sistematis ini dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah hingga terbentuk sebuah kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan. Setiap metode ilmiah selalu disandarkan pada data empiris,maksudnya adalah masalah yang hendak ditemukan pemecahannya atau jawabannya itu harus tersedia datanya, yang diperoleh dari hasil pengukuran secara objektif. Ada atau tidak tersedia data empiris merupakan salah satu kriteria penting dalam metode ilmiah. Apabila sebuah masalah dirumuskan lalu dikaji tanpa data empiris, maka itu bukanlah sebuah bentuk metode ilmiah.

B.KARAKTERISTIK METODE ILMIAH.

          Metode ilmiah mempunya beberapa karakteristik yang dibutuhkun untuk mencegah metode ilmiah tersebut tidak objektif dan empiris.Berikut adalah beberapa karakteristik dasar metode ilmiah.

1. Sistematik artinya para ilmuwan yang menggunakan metode ilmiah harus meguraikan dan merumuskan sesuatu dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga dapat membentuk suatu sistem yang dapat berarti secara utuh,menyeluruh,terpadu dan mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat yang menyangkut objeknya.

2. Logis artinya para ilmuwan harus berfikir secara rasaional.Dengan demikian karya ilmiah yang diciptakan ilmuwan dengan metode ilmiah adalah hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa ilmuwan itu sendiri.

3. Objektif artinya karya ilmiah yang menggunakan metode ilmiah tersebut dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula. Keobjektifan pada dasarnya tidak berpihak dimana sesuatu secara ideal dapat diterima oleh semua pihak karena pernyataan yang diberikan terhadapnya bukan merupakan hasil dari asumsi (kira-kira), prasangka, ataupun nilai-nilai yang dianut oleh subjek tertentu.

     4. Replikatif artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus di uji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variable menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.

C.LANGKAH - LANGKAH METODE ILMIAH.

Berikut adalah langakah-langkah metode ilmiah.

1.Memilih dan mendifinisikan masalah, hal ini diperlukan untuk membatasi masalah yang dibahas dalam karya ilmiah tersebut agar pembaca tidak berfikir diluar konteks dari karaya ilmiah tersebut.

2.Survey terhadap data yang tersedia, hal ini diperlukan untuk menguji kebenaran data yang diperlukan untuk karya ilmiah yang akan dibuat.

3.Memformulasikan hipotesa, hal ini dibutuhkan untuk menguraikan dan menyederhanakan masalah kedalam bentuk yang lebih matematis dan sistemtis sehingga mudah dimengerti pembaca.

4.Membangun kerangka analisis serta alat-alat dalam menguji hipotesa,  hal ini bisa dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat proses pengerjaan karya ilmiah.

5.Mengumpulkan data primer, data yang dibutuhkan untuk menjadi dasar dari karya ilmiah tersebut.

6.Mengolah,menganalisa serta membuat interprtasi, yang bertujuan untuk menggambarkan informai yang tersedia didalam karya ilmiah tersebut.

7.Membuat generalisasi dan kesimpulan, dapat digunakan untuk memeprmudah memahami seluruh informasi yang ada.

8.Membat laporan.

D.SIKAP ILMIAH.

        Untuk membuat karya ilmiah dan menggunakan metode ilmiah yang baik dan benar, para ilmuwan harus mempunyai Sikap ilmiah.Berikut adalah beberapa sikap ilmiah.

1.Sikap ingin tahu, dapat diwujudkan dengan selalu bertanya tentang berbagai macam hal.

2.Sikap kritis, direalisasikan dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya, baik dengan jalan bertanya kepada siapa saja yang diperkirakan mengetahui masalah maupun dengan membaca sebelum menentukan pendapat untuk ditulis.

3.Sikap terbuka, dinyatakan dengan selalu bersedia mendengarkan keterangan dan argumentasi orang lain.

4.Sikap objektif, diperlihatkan dengan cara menyatakan apa adanya, tanpa dibarengi perasaan pribadi.

5.Sikap rela menghargai karya orang lain, diwujudkan dengan mengutip dan menyatakan terima kasih atas karangan orang lain, dan menganggapnya sebagai karya yang orisinal milik pengarangnya.

6.Sikap berani mempertahankan kebenran, diwujudkan dengan cara membela fajta yang benar.

7.Sikap menjangkau ke depan,  dibuktikan dengan sikap futuristic, yaitu berpandangan jauh yang mampu membuat hipotesis dan membuktikannya dan bahkan mampu menyusun suatu teori baru.


Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah

http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2013/07/pengertian-dan-langkah-langkah-metode-ilmiah.html

http://brainly.co.id/tugas/424905

http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2014/08/16/7-macam-sikap-ilmiah--680561.html